Konsolidasi Utang dengan Utang Jangka Panjang

Alexander Scheer
University of Bonn, Adenauerallee 24-42, 53113 Bonn, Germany. Email: alexander.scheer@uni-bonn.de

Abstrak: Resesi dahsyat telah membuat tingkat hutang kepada tingkat tertinggi pasca Perang Dunia ke-2 untuk beberapa negara maju, membangkitkan kembali pembahasan konsolidasi fiskal. Makalah ini mengkaji implikasi makroekonomi dari konsolidasi berbasis pajak versus konsolidasi berbasis pembelanjaan dalam kerangka model New Keynesian dengan utang pemerintah jangka panjang. Tiga hasil yang menonjol: Pertama, konsolidasi berbasis pajak bersifat inflasi sedangkan konsolidasi berbasis pembelanjaan bersifat deflasi. Kedua, manfaat bersih dari kenaikan inflasi dari rata-rata utang jatuh tempo: inflasi menilai kembali hutang secara lebih efisien, sementara distorsi karena dispersi harga tetap tidak terpengaruh. Ketiga, sebagai akibatnya, konsolidasi berbasis pajak bisa menjadi lebih unggul daripada pemotongan belanja jika rata-rata kematangannya cukup tinggi. Secara kuantitatif, ambang batas adalah dua tahun untuk data AS pada tahun 2013. Mekanisme sebelumnya menggambarkan pentingnya inflasi dalam proses konsolidasi, bahkan jika menaikkan tingkat targetnya dianggap bukan pilihan.

In english: Debt consolidation with long-term debt

Konsolidasi Utang dan Stabilitas Keuangan

Ignazio Angeloni, European Central Bank and BRUEGEL
Roland Winkler, Goethe University Frankfurt
Ester Faia, Goethe University Frankfurt, Kiel IfW and CEPREMAP

Abstrak: Kami membandingkan tiga alternatif kebijakan konsolidasi utang publik (masing-masing berdasarkan pemotongan pengeluaran, pajak tenaga kerja atau kenaikan pajak konsumsi) dalam pengaruhnya terhadap variabel makro utama dan stabilitas bank. Kebijakan berbasis pajak tenaga kerja mencapai penyesuaian utang yang cepat dan biaya utang intertemporal yang rendah, namun dengan osilasi yang lebih tinggi pada risiko dan leverage bank. Strategi berbasis pengeluaran dan berbasis pajak konsumsi berjalan agak sama halnya satu sama lain, meskipun yang kedua memerlukan biaya output yang agak tinggi dalam jangka pendek sampai menengah.

In english: Debt Consolidation and Financial Stability